KAMPAR – Kelancaran ibadah haji tidak hanya bergantung pada kesiapan fisik jemaah, tetapi juga kesiagaan tenaga medis yang mendampingi. Tahun ini, Kabupaten Kampar patut berbangga atas terpilihnya salah satu putra terbaiknya, dr. Cipta Pedra Sandi, sebagai Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang mengemban amanah menjaga kesehatan para tamu Allah di tanah suci.
Profil dan Jejak Langkah
Lahir di Desa Koto Garo, Tapung Hilir pada tahun 1991, dr. Cipta adalah putra kedua dari almarhum Bapak Burhanudin. Perjalanan hidupnya merupakan cermin kegigihan putra daerah yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya.
Pendidikan dasarnya bermula di TK Nusa Indah dan SDN 058 Koto Garo. Semangatnya mendalami ilmu agama membawanya ke Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, untuk jenjang SMP dan SMA. Pendidikan karakter di pesantren inilah yang kemudian dipadukan dengan ilmu medis saat ia menempuh studi di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Jakarta.
Kini, pria yang telah dikaruniai dua buah hati dari pernikahannya dengan Efni ini, berdiri di garda terdepan untuk memastikan jemaah haji asal Kampar mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal selama di Arab Saudi.
Pesan dan Harapan dr. Cipta Pedra Sandi
Dalam sebuah kesempatan, dr. Cipta menyampaikan rasa syukur dan komitmennya atas amanah besar ini:
"Alhamdulillah, merupakan suatu kehormatan dan tanggung jawab besar bagi saya dapat mendampingi orang tua serta saudara-saudara kami jemaah haji dari Kabupaten Kampar. Tugas ini bukan sekadar profesi, melainkan ibadah untuk memastikan para tamu Allah dapat beribadah dengan kondisi fisik yang prima.
Saya memohon doa dari seluruh masyarakat Kampar agar kami para petugas kesehatan diberikan kekuatan, dan seluruh jemaah kita senantiasa dalam perlindungan Allah SWT, sehat saat berangkat, sehat saat beribadah, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Untuk generasi muda Kampar, teruslah berjuang dengan pendidikan, karena sekecil apa pun ilmu kita, pastikan itu bermanfaat bagi orang banyak."
Fan

